Mengenal Perangkat Jaringan Komputer
Perangkat Jaringan Komputer
http://www.swadharma.ac.id/A. Switch / Hub
• Switch bentuknya hampir sama dengan hub.
• Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN Switch merupakan perluasan bridge.
dari konsep
• Salah satu contohnya adalah HP Procurve V1810-8G yang merupakan 8 Port Gigabit Switch.
Cara Kerja:
Ada dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu : cut-through dan store and forward.
• Switch cut trough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan Switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui
adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.
• Switch dengan spesifikasi 10/100 Mbps akan mengalokasikan 10/100 Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki bandwidth penuh.
Hub
• Suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node
(komputer) sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star.
• Beberapa hub di pasaran kadang disebut dengan istilah hub-switch yang sering dikira oleh
kita sebagai switch, tentu saja hub lebih lambat performanya daripada switch.
Cara Kerja :
• Ketika sebuah paket tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di
hub. Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub.
Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat.
• Hub dengan spesifikasi 10/100 Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port.
Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang
maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan
tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja
jaringan.
B. Network Internet Card (NIC)
NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan
komputer. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi
bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan.
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (NIC) atau network card,
yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI.
Jenis Network Card
Fungsi NIC
• Media pengirim data ke komputer lain di dalam jaringan
• Mengontrol data flow antara komputer dan sistem kabel
• Menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan menerjemahkannya ke
dalam bit yang dimengerti oleh komputer
C. Kabel
Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan
sisi yang lain, namun bukan berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan
terminator diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer
pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang
radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer.
Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi “kelas”
museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel Coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit”
(seperti laser dan serat optik). Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama
lain, mulai dari teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser.
Pemilihan jenis kabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang digunakan. Sebagai
contoh untuk jenis topologi Ring umumnya menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga
yang menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel Coaxial. Kesulitan
utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang
dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur
secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan
menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak
menggunakan jenis kabel UTP. Topologi jaringan dan jenis kabel yang umum digunakan dapat
dilihat pada tabel berikut:
Topologi Jaringan dan Jenis Kabel yang Sering Digunakan
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda, oleh karena itu
dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu:
•
•
•
Coaxial cable
Fiber Optik
Twisted pair, UTP (Unshielded Ttwisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair)
a) Kabel Coaxial
Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan
besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel
ini mempunyai diameter rata-rata 12 mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa
disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan
hanya disebut sebagai yellow cable.
Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan
sebagai berikut :
Topologi Jaringan Jenis kabel yang umum digunakan
Topologi Bus Coaxial, twisted pair, fiber
Topologi Ring Twisted pair, fiber
Topologi Star Twisted pair, fiber
• Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan
terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt,
sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).
Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa
populated segments.
Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini
repeaters.
Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
Setiap segment harus diberi ground.
Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device)
adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
•
•
•
•
•
•
•
•
Kabel Coaxial Thicnet dan Thinnet
Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver
yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan,
kabel coaxial jenis ini harus memenuhi stKitar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata
berkisar 5 mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device)
dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau
ThinNet.
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan
Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut :
•
•
•
•
Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices).
Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan
transceiver, kecuali untuk repeater.
Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
•
•
•
•
Panjang minimum antar TConnector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
b) Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga
dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO
dari segi kehKitalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan
media FO lebih dari 100 Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.
Kabel Fiber Optik
c) Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded twisted pair (STP) dan
unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus
sedangkan UTP tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini
menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
Tabel 5. Kategori Twisted Pair Cable
Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola Star. Setiap
PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih
Kategori
kabel
Type Feature
Type CAT 1 UTP Analog (biasanya digunakan di perangkat telephone
pada umumnya dan pada jalur ISDN –integrated
service digital networks. Juga untuk menghubungkan
modem dengan line telepon)
Type CAT 2 UTP Up to 1 Mbits (sering digunakan pada topologi token
ring)
Type CAT 3 UTP, STP 16 Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi
token ring atau 10BaseT)
Type CAT 4 UTP, STP 20 Mbits data transfer (biasanya digunakan pada
topologi token ring)
Type CAT 5 100 Mbits data transfer / 22 db
Type CAT 5
enhanced
UTP, STP 1 Gigabit Ethernet up to 100 meters - 4 copper pairs
(kedua jenis CAT5 sering digunakan pada topologi
token ring 16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada Fast
Ethernet 100Mbps)
Type CAT 6 Up to 200 MHz
or 700 Mhz
Giga-Ethernet / 20.8 db
(Gigabit Ethernet)
handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax, karena HUB mempunyai kemampuan data
error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.
Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel
tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel,
kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing-
masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat
pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi
antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa). Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara
CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai stKitar industri yang sama, namun pada CAT5e
sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic
interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan
1Gbps.
Kabel UTP, STP dan Konektor RJ-45
UTP Cable (khususnya CAT5 / CAT5e)
Kategori 5 atau 5e adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan
yang paling disarankan, baik pada 10 Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Konektor yang
bisa digunakan untuk UTP Cable CAT5 adalah RJ-45. Untuk penggunaan koneksi komputer,
dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cabledan crossover cable.
Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable digunakan untuk
menghubungkan client ke HUB/Router, sedangkan crossover cable digunakan untuk
menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan
HUB ke HUB.
UTP cable CAT 5
Pemasangan Kabel
A. T 568A dan T 568B
• Cross-Over:
o Ujung 1 : Tipe T568A
o Ujung 2 : Tipe T568B
atau
o Ujung 1 : Tipe T568B
o Ujung 2 : Tipe T568A
• Straight-Over:
o Ujung 1 : Tipe T568A
o Ujung 2 : Tipe T568A
atau
o Ujung 1 : Tipe T568B
o Ujung 2 : Tipe T568B
No Tipe T568A Tipe T568B
1. Hijau Putih Orange Putih
2. Hijau Orange
3. Orange Putih Hijau Putih
4. Biru Biru
5. Biru Putih Biru Putih
6. Orange Hijau
7. Coklat Putih Coklat Putih
8. Coklat Coklat
Penyambungan pada device
• Cross-Over:
o Switch – Switch
o Switch – Hub
o Router – Router
o PC - PC
• Straight-Over:
o PC – Hub
o Switch – Router
o Switch – PC
Pada prinsipnya jika kita akan mengkoneksikan perangkat yang sama, kita harus
menggunakan kabel cross, jika hendak mengkoneksikan perangkat yang berbeda kita
memakai kabel straight, namun pada perkembangannya sekarang, perangkat keras
keluaran terbaru sudah bisa memakai kabel straight jika ingin menghubungkan perangkat
yang sama.
D. Router
• Berfungsi agar data sampai ke tempat tujuan pada jaringan sesuai yang dikehendaki.
• Router biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke internet.
• Salah satu contohnya adalah Mikrotik Router dan Linksys WRT54GL yang
pengaturan konfigurasinya bisa berfungsi juga sebagai bridge atau switch.
dalam
Cara Kerja :
Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router
merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan
menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan
secara logical bukan fisikal.
Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data.),
bila memang ada beberapa jalan untuk mencapai tujuan atau bila salah satu jalan ke tempat
tujuan terputus karena sesuatu hal.
Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer, sehingga tidak dapat
•
•
•
digunakan sembarangan.
Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan., dua LAN atau WAN ke LAN
dan jaringan dari ISP ( Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable
modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga
memungkinkan beberapa computer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke
internet.
•
• Apabila hub, bridge dan switch merupakan networking device maka router merupakan
internetworking device.
E. Bridge
Berfungsi menghubungkan dua buah LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu LAN
yang jauh lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa Bridge.
Bridge dapat menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama
maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet).
Bridge dapat menghubungkan dua LAN yang kedua-duanya menggunakan metode
•
•
•
transmisi baseband atau broadbrand ataupun LAN dengan baseband dan LAN dengan
broadband atau metode akses CSMA/CD dengan token
pada jenis Bridge yang digunakan.
Salah satu contohnya adalah Cisco-Linksys WET54G
tampak pada gambar dibawah:
passing dan sebagainya bergantung
• Wireless-G Ethernet Bridge seperti
Cara Kerja:
Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing
segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge.
Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya
sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan.
Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu
segmen.
• Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer, sehingga akan mempengaruhi
unjuk kerja LAN bila sering terjadi komunikasi sistem yang berada di LAN yang berbeda
yang terhubung oleh Bridge.
F. Connector
1. Konektor pada Twisted Pair
RJ-45
Konektor RJ45 adalah konektor yang biasa
dipergunakan dalam instalasi jaringan kecil (LAN)
dimana kabel yang digunakan adalah kabel twisted
pair tipe UTP. Konektor ini berfungsi untuk
menghubungkan kabel UTP dengan NIC yang mana
kini port yang dipergunakan kebanyakan adalah port
RJ45.
Harga konektor yang cukup murah, dan pemasangan yang mudah membuat konektor ini
populer di kalangan pengguna jaringan berskala kecil atau LAN.
Ciri-ciri yang mendasar dari konektor ini adalah warna konektor yang bening dan terdapat
8 pin tembaga di ujung konektor ini sebagai pin-pin yang akan menghubungkan NIC
dengan UTP. Cara pemasangannya cukup mudah, yakni dengan mengkrimping dengan
tang krimping konektor RJ45, namun apabila terjadi kesalahan dalam pengkrimpingan,
mau tak mau konektor ini harus diganti (sekali pakai).
RJ-11
RJ 11 adalah konektor yang dipergunakan dalam jaringan telepon. Konektor ini biasanya
disandingkan dengan kabel STP.
2. Konektor pada Coaxial
Konektor yang digunakan bersama kabel koaksial adalah konektor Bayonet Neil
Concelman (BNC). Adapter-adapter dengan tipe berbeda tersedia untuk konektor BNC,
termasuk konektorT, konektor barrel, dan terminator. Konektor pada kabel merupakan titik
terlemah di jaringan.
BNC RG-59
Connector BNC ini adalah Konector yang digunakan sebagai penghubung antara kabel
dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera. Connector ini khusus
dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG59. Konektor ini merupakan terminasi yang
dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik
instalasi CCTVnya.
rumah / bangunan dalam
BNC RG6
Connector BNC ini adalah Konector yang digunakan
sebagai penghubung antara kabel dengan perangkat
CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera.
Connector ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV
jenis RG6. Konektor ini merupakan terminasi yang
dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh
pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.
BNC to BNC
Connector BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk menyambung kabel dari BNC
RG6 ke BNC RG6 yang akan dihubungkan ke Monitor, TV, dan DVR. Konektor ini
merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai oleh pemilik
rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.
BNC to RCA
Connector BNC ini adalah konektor yang digunakan untuk merubah BNC menjadi RCA
yang akan dihubungkan ke Monitor atau ke TV. Konektor ini merupakan terminasi yang
dianjurkan oleh para ahli dan
instalasi CCTVnya
banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam
3. Konektor pada Fiber Optik
a. Konektor FC : Digunakan untuk jenis kabel single mode dengan akurasi yang tinggi
untuk menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver.
Konektor SC : Digunakan dalam jenis kabel single mode dan bisa dilepas pasang. .
Konektor SC, bentuknya persegi dan lebih mudah dihubungkan ke area yang ditentukan.
Konektor ST : Bentuknya seperti bayonet berkunci dan hampir mirip dengan konektor
BNC. Umum digunakan pada jenis kabel single mode maupun multi mode. Konektor ini
paling umum dan yang sering digunakan bersama kabel fiber optik. Berbentuk batang,
mirip dengan konektor BNC.
Konektor Biconic : Jenis konektor yang pertama kali muncul dalam komunikasi fiber
optik dan jenis ini sekarang sudah sangat jarang digunakan.
Konektor D4 : Jenis komputer ini hampir mirip dengan konektor FC, hanya berbeda
ukurannya. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
Konektor SMA : Jenis konektor ini lebih dahulu muncul dari konektor ST yang sama-
sama mempunyai penutup dan pelindung.
Konektor MT-RJ : Konektor MT-RJ menggunakan model plastik seperti yang digunakan
konektor RJ-45, yang memudahkan untuk dipasang. Dua kabel fiber terhubung ke dalam
satu konektor, sama dengan konsep konektor SC.
Beberapa jenis konektor lain yang biasanya digunakan dalam jaringan adalah Konektor
FDDI, Konektor LC, Konektor MT Array.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
F. Repeater
Bekerja pada layer fisik jaringan,
menguatkan sinyal dan mengirimkan dari
satu repeater ke repeater lain. Repeater tidak
merubah informasi yang ditransmisikan dan
repeater tidak dapat memfilter informasi.
Repeater hanya berfungsi membantu
menguatkan sinyal yang melemah akibat
jarak, sehingga sinyal dapat ditransmisikan
ke jarak yang lebih jauh. Digunakan untuk
mengatasi keterbatasan (jarak, kualitas
sinyal) fisik suatu segmen jaringan. Dapat
juga digunakan untuk menggabungkan
beberapa segmen suatu jaringan yang besar.
Komentar
Posting Komentar